Apa itu Performance Marketing?

Dapatkan Performance Marketing Membantu Brand Anda Sukses?
Apa itu Performance Marketing?

Konsepnya cukup sederhana: daripada membayar iklan di muka, Anda hanya membayar berdasarkan kinerja iklan. Bila dikaitkan dengan iklan online, maka hasilnya dapat diukur dengan klik, penjualan, dan / atau leads.

Sebuah studi Forrester, yang ditugasi oleh Criteo pada akhir tahun 2015, menemukan bahwa hampir separuh pemasar yang disurvei telah terlibat dalam Performance Advertising. Dari mereka yang belum melakukannya, 59 persen mengatakan bahwa mereka berencana untuk berinvestasi dalam teknologi untuk menjalankan Performance Marketing campaign beberapa waktu selama dua tahun ke depan.

Lebih dari separuh pemasar telah beralih ke Performance Marketing karena merasa pelanggan mereka mengharapkan pengalaman lintas channel yang dipersonalisasi, studi ini menambahkan; dan 28 persen mengatakan mereka merasa kompetitor mereka akan mengikutinya.

Kenapa Performance Marketing?
Performance Marketing sebagian besar merupakan produk sampingan dari iklan web. Survei CMO baru-baru ini menemukan bahwa 63 persen CMO di A.S. tidak merasa dapat membuktikan dampak jangka pendek dari biaya marketing mereka, dan bahkan lebih – 69 persen – tidak yakin membuktikan dampak jangka panjang secara kuantitatif.

Pelanggan mendatangi brand Anda melalui banyak channel. Itu berarti Anda memiliki cara baru yang lebih efektif untuk mengukur bagaimana aktivitas mereka mengarahkan mereka melalui siklus pembelian.

Sebelumnya, data iklan online terbatas pada jumlah exposure. Tapi bagaimana Anda tahu apakah orang-orang ini benar-benar melihat iklan Anda? tidak. Tapi Anda tahu jika mereka telah mengkliknya dan membeli sesuatu sebagai akibat langsung; Apa engagement pertama pelanggan dengan konten melalui setiap channel Anda; dan jika mereka telah terlibat dalam beberapa platform.

Bagaimana Performance Marketing Campaign Bekerja?
Iklan Performance Marketing dapat berupa spanduk web hingga Pop-up, iklan cost-per-view ditempatkan di samping konten yang relevan, dan cost-per-click. Iklan-iklan tersebut umumnya dibeli dari penerbit web atau seluler yang menghasilkan traffic dalam jumlah besar.

Situs utama seperti Google dan Facebook menggunakan Performance Marketing, namun situs yang lebih kecil, seperti blog populer, juga terlibat. Brand mengiklankan melalui platform ini karena mereka bisa mendapatkan data yang dapat dilacak, terukur, dan terhitung lengkap biaya iklan mereka, dengan tool yang tepat, dapat dikaitkan langsung kembali ke penjualan.

Bisakah Performa Marketing Membantu Brand Saya?
Dengan Performance Marketing, Anda dapat merancang campaign yang sangat tertarget sesuai preferensi demografi yang Anda inginkan.

Anda dapat mengalokasikan budget iklan dengan lebih baik, dibandingkan membeli iklan berdasarkan sirkulasi, dan membayar audiens meskipun sebagian besar audiens mungkin tidak memperhatikan iklan Anda. Performance Marketing bisa lebih murah, meski harganya bervariasi, karena semata-mata tergantung performa iklan.

Jika basis pelanggan Anda menghabiskan banyak waktu secara online dan lebih nyaman melakukan transaksi online, Performance Marketing patut dipertimbangkan.

Apa Yang Anda Perlukan Untuk Performance Marketing?
Untuk memanfaatkan praktik Performance Marketing terbaik, buat iklan menarik yang akan menarik pengunjung situs, dan itu termasuk call-to-action yang masuk akal dan menarik.

Yang paling penting, bagaimanapun, adalah bahwa landing page haruslah mudah dimengerti, dan mempermudah pelanggan potensial untuk mendapatkan apa yang mereka harapkan dapat diterima, entah itu produk, layanan, atau subscription. Dengan demikian, tim web developer sama pentingnya dengan departemen periklanan.

Tool marketing analytic yang baik dapat membantu Anda melacak metrik penting dalam Performance Marketing campaign Anda.

Metrik Apa Yang Anda Lacak Dalam Performance Marketing?
Metrik yang sering kali digunakan adalah data seperti biaya Customer Acquisition dan Average Order Value.

Brand dapat menikmati pengukuran real-time dari Return on Investment (ROI). Lihatlah tidak hanya berapa banyak klik yang didapat iklan, tapi berapa banyak klik tersebut menghasilkan leads aktual, dan menghasilkan penjualan yang sebenarnya. Ini sering disebut sebagai CPA, atau Cost Per Action.

Dengan tool analisis pemasaran yang bagus, Anda bisa mendapatkan metrik prediktif yang memperkirakan total future value pelanggan selama seumur hidup. Berapa biaya Customer Acquisition, biaya untuk mengkonversikannya ke leads baru, dan investasi yang dibutuhkan untuk mempertahankan dan mengembangkan existing customer?

Selain itu, tool analisis pemasaran yang baik akan mengukur marketing touch point pemasaran melalui customer journey, menentukan apakah mereka menggunakan single-touch atau multi-touch attribution, dan dengan demikian dapat memperhitungkan setiap aktivitas pemasaran yang berperan dalam mempengaruhi penjualan tersebut.

Kesimpulan
Performance Marketing dapat membantu dengan Brand Awareness, menentukan marketing touch point terbaik untuk mencapai target demografis, mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang customer lifetime value (CLV) secara keseluruhan, dan mudah-mudahan, dalam jangka panjang, lebih efektif mengalokasikan biaya pemasaran Anda.

sumber : jurnal seo

Komentar